Menu

Dilema Larangan Merokok di Indonesia

Kita pasti sudah tahu, merokok berbahaya untuk kesehatan. Zat-zat kimia dalam rokok seperti nikotin, tar dan karbon monoksida tidak memiliki manfaat terhadap tubuh dan dapat menciptakan efek adiktif. Hal ini menyebabkan seseorang sangat mudah menjadi candu ketika sudah mencicipi rokok. Akhirnya, para pecandu rokok rentan terhadap penyakit mematikan seperti kanker paru-paru, jantung kronis dan juga stroke.

Larangan merokok di Indonesia juga sudah diterapkan. Ketika berada di ruangan ber-AC, kita sering melihat tanda dilarang merokok. Di beberapa tempat umum seperti rumah makan, terdapat pula ruangan yang memisahkan tamu perokok dengan tamu tak merokok. Selain itu, terdapat pula iklan, gerakan dan slogan anti rokok yang diharapkan mampu mengurangi tingkat pecandu rokok di Indonesia.

Lantas sudah berhasilkan larangan merokok diterapkan di Indonesia?

Dilema Larangan Merokok di Indonesia

Bentuk Larangan Merokok di Indonesia

Peraturan Merokok sudah terbentuk melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 81 tahun 1999. Kemudian dilakukan amandemen hingga lahirlah PP nomor 19 tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Pada PP nomor 19 tahun 2003 bagian enam pasal 22-25, terdapat larangan orang merokok di tempat-tempat yang telah ditetapkan. Tempat tersebut antara lain tempat pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, angkutan umum dan tempat ibadah.

Selanjutnya, pada pasal 27, terdapat peraturan mengenai ‘iklan rokok’. Ketika menampilkan iklan produk rokok di Indonesia, bentuk fisik rokok tidak boleh ditampilkan. Biasanya, ketika iklan rokok muncul di televisi, kita malah melihat adegan alam, petualangan, dan olahraga. Tidak ada sangkut-pautnya sama sekali dengan rokok. Selain itu. iklan rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan. Oleh karena itu, kita sering melihat iklan rokok dalam bentuk baliho yang pasti memiliki peringatan kesehatan di bawahnya.

Indonesia juga telah membuat langkah mengingatkan bahaya rokok dengan memproduksi gambar menyeramkan dalam bungkus rokok. Gambar seram tersebut berupa bagian tubuh kita yang menjadi rusak akibat mengonsumsi rokok. Harapannya, ketika seseorang membeli rokok, ia diingatkan akan bahaya merokok dari gambar tersebut.

Realisasi Larangan Merokok Indonesia

Meskipun berbagai peraturan sudah dibuat beserta sanksi dan konsekuensinya, kenyataannya larangan merokok di Indonesia ini belum berjalan secara utuh. Pemerintah belum memperkuat regulasi dan sanksi tentang rokok. Meskipun terdapat peraturan kawasan bebas rokok di tempat-tempat yang telah disebutkan, orang-orang masih bisa bebas merokok di tempat tersebut.

Beberapa tempat umum juga akhirnya membuat ‘kawasan merokok’ untuk mengantisipasi hal tersebut. Tujuan mereka adalah menyediakan ruangan bagi para perokok sehingga mereka tidak mengganggu orang lain yang tak merokok.

Selanjutnya, gambar seram dalam bungkus rokok juga dianggap kurang efektif. Kenyataannya, tingkat pecandu rokok di Indonesia masih sangat banyak. Para pecandu rokok dianggap ‘kebal’ dengan gambar-gambar seram tersebut sehingga mereka tetap tidak mau berhenti mereokok.

Rokok sebagai Penyumbang Pendapatan Besar Indonesia

Faktanya, produksi rokok menjadi penyumbang pendapatan yang besar bagi Indonesia. Industri rokok di Indonesia berkembang pesat dan mampu menambah pendapatan Negara lewat pajak, bea cukai dan juga penyerapan tenaga kerja. Tak heran, meskipun pemerintah menerapkan larangan merokok di Indonesia, regulasi dan sanksi masih belum kuat. Apabila Indonesia kehilangan perusahaan rokok, maka pendapatan Negara juga berkurang. Secara tidak langsung, pihak Kementrian Perindustrian negara mendukung industri rokok untuk terus maju. Disamping itu, Kementrian Kesehatan berjuang untuk mengurangi tingkat pecandu rokok di Indonesia. Terjadi ketidaklarasan antara dua kementrian tersebut. Hal ini menjadi permasalahan dilematis negara yang hingga kini belum menemukan jalan keluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *