Menu

5 Prosedur Pelaksanaan AMDAL di Indonesia

5 Prosedur Pelaksanaan AMDAL di Indonesia

Setiap kontraktor pabrik sebaiknya memperhatikan berbagai dampak yang bisa ditimbulkan pada saat pembangunan sebuah pabrik. Perhatian akan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan ini biasa disebut dengan AMDAL. AMDAL merupakan sebuah kajian mengenai kelayakan sebuah proyek terhadap lingkungan tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lain. Apabila pabrik menghasilkan dampak yang buruk seharusnya diberhentikan tetapi kalau tidak terlalu signifikan boleh dilanjutkan.

Prosedur Pelaksanaan AMDAL

Pekerjaan maupun kegiatan apapun harus dilakukan berdasarkan prosedur yang disepakati. Prosedur membuat setiap langkah yang dilakukan menjadi lebih terarah. Proses penyusunan AMDAL juga harus mengikuti prosedur yang ada. berikut ini Prosedur yang harus dilalui dalam rangka penyusunan AMDAL.

1. Wajib AMDAL

Wajib AMDAL merupakan sebuah prosedur pertama yang harus dilewati. Hal penting pada prosedur ini adalah menentukan perlu tidaknya sebuah proyek untuk membuat AMDAL. Penyusunan ini biasanya mengacu pada keputusan menteri lingkunan hidup republik Indonesia No. 17 Tahun 2001.

2. Pengumuman

Pengumuman dimaksudkan untuk memberitahukan masyarakat sekitar yang mungkin dapat merasakan dampak dari sebuah proyek. Kontraktor pabrik menjelaskan berbagai hal tentang rencana pelaksanaan AMDAL serta pembangunan pabrik nantinya. Kegiatan ini akan membuat masyarakat tahu dan paham tentang berbagai hal yang mungkin asing dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Kegiatan ini juga dapat membuat pihak pabrik mengetahui respon masyarakat sekitar tentang pembangunan yang akan dilakukan.

3. Scaping

Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi ruang lingkup penelitian. Kalau dalam skripsi hal ini dinamakan penentuan batasan masalah. Penentuan ini dilakukan agar proses identifikasi tidak terlalu luas dan tepat sasaran. Masalah-masalah lingkungan yang mungkin terjadi dapat segera dicari solusinya dan dicari jalan tengahnya.

4. Pembuatan KA-ANDAL

Setelah beberapa tahapan sebelumnya selesai dilakukan maka langkah berikutnya yang harus dikerjakan adalah menyusun KA-ANDAL. Susunan ini dikerjakan sebaik dan sebenar mungkin untuk kemudian diberikan kepada pihak yang berwenang. Pihak berwenang yang dimaksud adalah komisi penilai. KA-ANDAL akan dinilai kelayakan sebuah proyek berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya.

5. Penyusunan ANDAL,RPL, dan RKL

Setelah KA-ANDAL disetujui maka langkah berikutnya adalah melengkapi berbagai dokumen sepert ANDA, RPL, dan RKL. Dokumen-dokumen ini dibuat setelah KA-ANDAL selesai mendapat penilaian. Berbagai dokumen yang telah dibuat akan dinilai kembali oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan memang sudah sebaiknya menjadi bahan kajian bagi pemerintah. Dampak buruk yang timbul tidak jarang membuat masyarakat sengsara dan merugi. Sebagai contoh perusahan yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan adalah berbagai perusahaan tambang.

Perusahaan tambang di Indonesia membuat lingkungan rusak dan masyarakat sekitar kehilangan pekerjaan. Padahal seharusnya sebuah bangunan pabrik disebuah pemukiman dapat membantu perekonomian warga tetapi justru sebaliknya. Warga hanya menerima getahnya saja. AMDAL menjadi salah satu kebijakan yang melindungi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *